THe NaTuRe

QONA’AH

Posted by Ivan on July 13, 2011


Syair Imam Asy-syafi’i:

Rezekimu tidak akan telat mendatangimu

Kerja keras tidak pula dapat menambah rezekimu

Pada saat kamu tidak akan mempunyai hati qona’ah

Maka kamu dan harta duniamu sama saja

 

Kita mungkin sudah tidak sepakat lagi dengan pepatah yang mengatakan: “Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat”. Buktinya zaman sekarang sudah tidak relevan lagi. Begitu banyak orang yang berbadan sehat tetapi jiwa nya tidak sehat. Betapa banyak orang yang berbadan kuat, tetapi digunakan untuk melakukan tindakan kriminal (korupsi, pembunuhan). Kunci dari semua permasalahan adalah hati. Dengan hati, seseorang akan mampu membedakan antara yang hak dan yang bathil. Bila hati telah rusak atau padam, maka semua tindakannya tidak terkontrol dan tidak mampu membedakan mana perbuatan yang baik dan yang tidak baik.

Kekayaan hati ditunjukkan dengan sifat, sikap dan perilaku yang membuat hati menjadi tentram, tenang dan kuat, diantaranya syukur, tawakkal, sabar, lapang dada, rendah hati dan qona’ah. Kesemua sifat itu hendaknya dimiliki oleh orang muslim

Misalkan Qona’ah. Qona’ah  dapat diartikan menerima kondisi dengan lapang dada, tidak mengeluh, dan merasa cukup dengan apa yang diterima.  Qona’ah adalah menerima apa yang sudah dibagikan Allah (Al-Bantani, 2004).Menurut Hamka (1990:219), qona’ah adalah menerima dengan cukup. Dalam qona’ah terdapat lima perkara 1) menerima dengan rela akan apa yang ada, 2) memohon kepada Allah tambahan yang pantas dan berusaha, 3) menerima akan sabar ketentuan Allah, 4) bertawakkal kepada Allah, 5) tidak tertarik tipu daya dunia. Menurut Hamka qona’ah adalah adalah perkara hati bukan qona’ah dalam hal ikhtiar.

Sikap dan perilaku qona’ah sangat dianjurkan dalam islam khususnya dalam mengarungi samudera kehidupan. Kita tahu hidup dunia hanya ‘permainan’, dan sementara. Hidup yang sesungguhnya adalah kehidupan di akhirat. Agar sukses hdup di akhirat, maka harus melalui kehidupan dunia yang sukses juga. Artinya hidup yang berlandaskan syariat islam yang dibawa oleh rasululloh.

Salah satu kriteria sukses dalam islam adalah merasa cukup dan bahagia dengan apa yang diperoleh. Islam memandang bahwa orang kaya itu bukanlah orang yang memiliki harta, dan kekayaan yang berlimpah, tetapi yang dinamakan kaya adalah kaya hati. Seperti hadis nabi dari Abu Hurairah R.a. Nabi bersabda” bukanlah yang dinamakan kaya itu karena banyaknya harta, tetapi yang dinamakan kaya sebenarnya adalah kekayaan jiwa (H.R. Bukhori & Muslim). Lalu apa yang dimaksud dengan kekayaan jiwa atau hati. Ya…

 Menurut Al-Ghozali hati adalah Raja sedangkan anggota tubuh adalah tentaranya. Hati adalah pengendali dari semua anggota tubuh. Bila hatinya baik maka baiklah seluruhnya dan demikian sebaliknya.

Menjadi orang yang qona’ah tidaklah mudah apalagi di zaman sekarang ini. Zaman yang cenderung menganggungkan simbol fisik (materi, harta) daripada makna (isi). Orang dinilai dari kecantikan,harta,  status dan jabatan. Lalu bagimana sikap kita sebagai muslim dalam menghadapi ini?

Sikap seorang muslim harus jelas dalam mengarungi kehidupan ini. Antara yang halal dan haram telah jelas. Halal adalah sesuatu yang diperbolehkan dalam islam dan haram adalah sesuatu yang dilarang dalam islam. Sikap qona’ah merupakan salah satu bentuk sikap dan perilaku yang harus dimiliki setiap muslim. Bukan berarti sikap ini tidak boleh mencari harta dan menduduki jabatan, tetapi yang lebih penting bagaimana kita bisa menggunakan harta dan jabatan untuk taat kepada Allah.

Seseorang yang telah memiliki sikap dan perilaku qon’ah akan memiliki dampak sebagai beriku:a) ketenangan hati. Qona’ah adalah perkara hati, maka implikasinya pada ketenangan dan kekuatan hati, orang yang qona’ah tidak mudah iri dan selalu istiqomah   hati b). Memiliki Kontrol perilaku. Orang yang qona’ah akan memiliki kontrol perilaku yang baik, artinya dia hanya melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

sikap qona’ah akan menjadi solusi negeri ini dalam masalah korupsi. Betapa banyak orang yang korupsi berasal dari kalangan kaya,pejabat dan pemimpin. Mereka tidak kekurangan materi, tetapi mereka kekuarangan sifat dan perilaku qona’ah. Harta yang mereka peroleh tidak cukup, mereka sebenarnya miskin hati. Mereka selalu bertindak untuk  memuaskan hawa nafsu. Semakin dituruti, semakin menjadi-jadi.

Sikap qona’ah hendaknya mulai diterapkan pada level diri sendiri, keluarga, organisasi dan negara.Semoga dengan demikian,  masyarakat Indonesia menjadi masyarakat qona’ah dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat. Bila ini terjadi, insya Allah penyakit-penyakit masyarakat yang muncul dapat diatasi dengan baik dan bijaksana.

Wassalaam

By

Vano

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: