THe NaTuRe

KEJUJURAN

Posted by Ivan on April 4, 2011


Pada suatu malam (menjelang dini hari), Kholifah Umar Bin Khattab disertai pengawalnya inspeksi ke pinggiran kota. Beliau mendengar percakapan dua wanita, ibu dan anak.Ibu: “campur saja susunya dengan air” (agar kelihatan lebih banyak)Anak: “Bagaimana saya harus melakukannya, sang Amirul Mukminin Umar ra. telah mengeluarkan larangannya”. Ibu:  “Kholifah toh tidak akan mengetahuinya” Anak: “Kalau khalifah Umar tidak mengetahuinya, maka Tuhannya Umar (Allah) pasti mengetahuinya”.Percakapan antara keduanya berkesan di hati Umar ra. Keesokan harinya ia menyuruh pengawalnya untuk menyelidiki kedua wanita itu. Lalu Umar memanggil putranya ‘Aashim dan menawarkan gadis itu untuk dinikahi dan berpesan kepadanya. “ pergilah wahai anakku. Lihatlah gadis, nikahilah dia, dan aku berharap dia akan melahirkan seorang pahlawan yang mampu memimpin bangsa Arab. ”Pernikahan pun berlangsung dan lahirlah seseorang perempuan yang kemudian dinikahi oleh Abdul Aziz bin Marwan, dari pernikahan itu lahirlah Umar Bin Abdul Aziz, seorang kholifah yang terkenal jujur, wara’ dan taqwa.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah di atas adalah kejujuran. Apa itu jujur?Kenapa harus jujur? Apa konsekuensi kalau jujur?pertanyaan-pertanyaan tersebut sering muncul di tengah kehidupan kita. Perilaku jujur di zaman sekarang sudah langka, betapa tidak banyak permasalahan-permasalahan sosial yang berasal dari ketidakjujuran. Misalkan, korupsi, tindakan kriminal, dan konflik. Kejujuran adalah suatu perilaku yang mengungkaan kondisi yang sebenarnya atau perilaku yang sesuai dengan aturan atau norma yang seharusnya. Intinya adanya pengungkapan secara verbal dan non verbal mengenai suati kondisi yang sebenarnya. Contoh, seorang pedagang menjual baju, dia mengatakan kalau modalnya 20 ribu, padahal modal awalnya hanya 10  ribu. Atau seorang yang mengurangi timbangan dalam berdagang.

Pengungkapan perilaku jujur dapat melalui verbal dan non verbal. Umumnya kita menilai orang itu jujur dari perkataan lisannya. Namun hal itu dengan mudah dimanipulasi, artinya kita tidak tahu apakah dia berkata jujur atau bohong. Apabila kita memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap seseorang, maka kita mengatribusi bahwa orang tersebut berperilaku jujur walaupun hanya dari lisannya. Sementara itu, bahasa non verbal lebih sulit untuk dimanipulasi. Walaupun secara lisan dia berbohong, tetapi dia tidak akan mampu memanipulasi seluruh anggota fisiknya, seperti gerakan tangan, mata dan dahi. Seringkali kita melihat anak kecil yang berbohong walaupun secara lisan tidak, tetapi secara bahasa non verbal dia menunjukkan perilaku yang aneh, seperti menggerakkan tangan berlebihan, menundukkan kepala.

Jujur mudah dikata sulit dilakukan. Ya,….memang begitulah kenyataannya, hampir setiap kita pernah melakukan perilaku tidak jujur alias bohong. Mulai dari masa kanak-kanak sampai sekarang. Berperilaku jujur membutuhkan usaha yang keras dan perlu pembiasaan. Untuk membentuk perilaku jujur harus mempunyai dasar-dasar yang bersumber dari nilai-nilai, norma dan agama. Terkadang perilaku jujur memerlukan keberanian dalam menerima konsekuensi atas perilaku tersebut. Pepatah Arab mengatakan” katakanlah yang benar walaupun pahit”. Dalam agama Islam perilaku jujur merupakan salah satu yang sangat dianjurkan. Betapa tidak banyak hadis-hadis yang menerangkan kebaikan berperilaku jujur atau ancaman bila melakukan perbuatan bohong. Misalkan, salah satu ciri dalam orang munafiq adalah apabila ia berkata ia sering berdusta (bohong).

Ada beberapa alasan kenapa orang tidak jujur. Pertama. Keamanan diri. Ya….keamanan diri bisa menjadi faktor pemicu utama kenapa orang berperilaku tidak jujur. Demi menyelamatkan diri, seseorang berperilaku tidak jujur. Dalam hal ini, islam membolehkan perilaku tidak jujur bila dikaitkan dengan kepentingan hidup/mati seseorang. Asalkan di dalam hati berbeda dengan ucapan. Artinya, bohong hanya melalui verbal, tetapi di hati menolaknya. Kedua, keuntungan ekonomi. inilah motif yang paling banyak terjadi di masyarakat. Para penjual di pasar banyak melakukan kebohongan demi keuntungan finansial. Perilaku ini dijelaskan dalam Al-quran, dalam surat AL MUTHAFFIFIIN (orang-orang yang curang) ayat 1-3. 1 “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. 2. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, 3. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”.

Ketiga, harga diri. Perilaku tidak jujur terkadang dilakukan untuk menyelamatkan harga diri. Seorang pejabat harus bererilaku tidak jujur karena kalau jujur akan merusak harga diriny sebagai pejabat, yang berimplikasi pada hancurnya karir.Dalam islam harga diri tidak ada, harga diri bukan melakukan apa saja tanpa memperhatikan syari’ah islam.harga diri bukan terletak pada jabatan, harta dan kekuasaan. Harga diri dalam islam sangat tergantung pada nilai-nilai islam. Keempat, menghindari konsekuensi negatif. Perilaku tidak jujur muncul karena adanya ketakutan mendaptkan punishment. Banyak orang takut menghadapi konsekuensi negatif, apabila berperilaku jujur. Siswa-siswa menyontek karena takut nilainya jelek dan dimarahin oleh orangtuanya.

Jujur sangat berkaiatan dengan interaksi sosial. kejujuran merupakan salah satu atribut yang memainkan peran penting dalam berinteraksi dengan lain. Orang yang berperilaku jujur akan dipercaya orang lain. Sebaliknya, orang yang sering tidak jujur akan tidak dipercaya orang lain. Dampaknya akan fatal bila suatu kejadian kita membutuh pertolongan atau menginformasikan ke orang lain dan kita tidak dipercayai karena kita sering berperilaku tidak jujur (bohong).

Orang yang terbiasa berperilaku jujur akan memiliki kesadaran dan sensitifitas lebih tinggi daripada orang yang suka berbohong. Secara psikologis, orang  yang terbiasa jujur akan  mengalami kondisi psikologis yang tidak menyenangkan apabila berbohong. Sedangkan orang terbiasa berbohong, cenderung tidak merasakan kondisi tersebut karena sudah terbiasa berbohong. Karena perilaku tidak jujur merupakan perbuatan dosa, maka implikasinya orang yang sering tidak jujur akan mengalami ketidaktenangan atau kegelisahan jiwa. Hal ini digambarkan dalam sebuah hadi akibat dari melakukan perbuatan dosa, Yang disebutkan kebajikan adalah apa saja yang karenanya dapat menenangkan jiwa dan dapat menentramkan hati. Dan yang disebut dosa adalah apa saja yang menimbulkan jiwa menjadi tidak tenang dan menimbulkan hati tidak tentram, walaupun nasehat kepada mu (HR. Ahmad).

Lalu bagaimana islam memandang hal ini:apakah semua ketidakjujuran itu dilarang?sepengetahuan penulis ada beberapa kondisi yang membolehkan seseorang berperilaku tidak jujur, Pertama. Berkaitan keselamatan diri. Orang yang terancam nyawanya boleh melakukan perilaku bohong asalkan hanya sebatas lisannya saja. Kedua, saat berperang. Ketika berperang perilaku tidak jujur merupakan bagian strategi yang digunakan. Ketiga, ketika mendamaikan kedua orang  atau suami-istri yang berselisih

Islam mengajarkan kepada kita bahwa salah satu cara yang bisa mengendalikan kita dalam berperilaku adalah memahami secara sadar  bahwa kita dalam pengawasan Allah, kita tidak bisa lepas dari pantauan Allah, karena Allah Maha mengetahui segala apapun yang terjadi di dunia ini. Lalu kenapa umat islam secara pengetahuan sudah paham akan  kemahatahuan Allah tetap melakukan perbuatan bohong? Bisa saja karena pengetahuan tidak ada korelasi dengan perilaku. Pemahaman nilai-nilai baru sampai pada taraf kognitif, afektif dan konatifnya belum. Perilaku jujur bukan sebagai kebutuhan, perilaku jujur digunakan bila situasi terdesak alias “kepepet”.

Akhirnya, berperilaku jujur merupakan bentuk perilaku yang sangat dianjurkan dalam islam. Mari kita mulai berperilaku jujur, mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara. Semoga dengan berperilaku jujur hidup kita dan negara diberkahi. Negara kita mempunyai pemimpin seperti Umar Bin Abdul Aziz. Amiin.

By. Vano

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: