THe NaTuRe

Zaman “Split Personality”

Posted by Ivan on September 18, 2010


Suatu ketika (malam ramadhan) seorang Ustad yang berlatar belakang dokter memberikan ceramahnya tentang “split personality”. Ustad tersebut medefinisikan split personality sebagai suatu keadaan yang dimana seseorang mengetahui suatu perbuatan itu salah, tetapi tetap dilakukan. Kalau bahasa agamanya adalah fasiq.Melihat kondisi sekarang ini, begitu banyak orang-orang yang sebenarnya mengetahui bahwa perbuatan itu salah, bertentangan dengan hati nurani, norma sosial dan agama tetapi tetap dilakukan. Kenapa?jawabannya adalah karena mereka mendahulukan hawa nafsunya dalam berpikir dan berperilaku. Akibatnya, semua larangan dilakukan walaupun tahu salah. Misalkan, sudah tahu mengambil hak orang lain (korupsi) adalah perbuatan salah, tetapi tetap dilakukan.

Mari kita lihat bagaimana proses dan dampaknya bila suatu perbuatan yang kita ketahui itu salah dilakukan secara terus-menerus. Awalnya setiap manusia diberi dua jalan: menjadi orang fasik dan taqwa (Asy Syam: 8). Sekarang tinggal manusia yang memilih: jalan yang benar atau jalan yang salah. Untuk menuntun manusia ke jalan yang benar, maka diturunkan lah nabi dan Rasul yang membawa Agama Allah. Jadi agama menjadi standar dan tolak ukur kita dalam berpikir dan berperilaku guna menaungi samudra kehidupan ini.

Kehidupan akhir zaman begitu banyak godaan-godaan yang bila kita tidak hati-hati maka kita akan tergelincir menjadi “budak dunia”. Di dalam Alqur’an dinyatakan bahwa dunia adalah senda gurau dan permainan. Maka pesan Rasul adalah: Hiduplah Anda di dunia, seakan-akan Anda asing atau penyebrang jalan (HR. Bukhari). Walaupun dunia ini hanya permainan dan sementara, tapi dunia merupakan lahan kita untuk bercocok tanam. Hasilnya akan kita peroleh nanti di Akhirat. Bila kita menanam benih-benih kebaikan, maka kita akan memanen di syurga, sebalik kalau kita menanam benih-benih keburukan, maka kita memanennya di neraka.
Kembali ke “split personality”. Kalau diartikan per kata, split artinya: retak, belah, dan personality artinya kepribadian. Jadi dapat diartikan kepribadian retak/belah. Maksudnya, kepribadian yang punya banyak sisi. Mungka kita pernah membaca kasus sibil, yaitu orang yang memiliki 16 kepribadian, yang satu sama lain tidak saling kenal. Pada kasus tersebut Pskiater yang menangani berusaha untuk menyatukan 16 kepribadian lewat terapi. Hasilnya cukup berhasil. Tampaknya definisi “split personality” bukan ke arah situ (abnormalitas). “split personality” lebih kepada orang yang sebenarnya mengetahui perbuatan itu salah tetapi tetap dilakukan. Ia menyembunyikan kebenaran yang ia akui, seperti sifat kaum Yahudi. Mungkin juga mirip lagu group musik Gigi yang menjadi Soundtrack sinetron “Para Pencari Tuhan 4”, “pagi beriman, siang amnesia…..”

Sebenarnya yang hak dan yang bathil itu jelas. Dan diantara keduanya ada syubhat (ragu-ragu). Zaman sekarang ini, antara yang hak dan bathil percampur aduk. Yang hak, bisa tampak seperti bathil, sebaliknya yang bathil tampak seperti yang hak. Ada istilah “Tuntunan menjadi tontonan, tontonan menjadi tuntunan”. Ya…Dunia ini ke bolak-balik. Tapi. Kita harus yakin pada akhirnya kebaikan akan mengalahkan kebathilan.
Islam telah telah jelas mendefinisikan antara perbuatan kebajikan dan dosa. Standar yang digunakan adalah syari’at agama (islam). “kebajikan adalah apa saja yang karenanya dapat menenangkan jiwa dan dapat menentramkan hati. Dan yang disebut dosa adalah apa saja yang menimbulkan jiwa menjadi tidak tenang dan menimbulkan hati tidak tentram, walaupun nasehat kepada mu (HR. Ahmad). Hadis ini sanga jelas membedakan perbuatan baik dan buruk. Alat deteksinya adalah kondisi hati/jiwa kita. Bila kita melakukan suatu perbuatan yang orang lain tidak ingin mengetahuinya dan hati/jiwa kita resah ketika melakukannya, maka perbuatan itu adalah dosa. Sebaliknya, bila kita melakukannya dan hati kita merasa tenang dan tentran, maka itu perbuatan baik.. Tetapi apakah standar seperti bisa digunakan pada zaman sekarang ini?
Ya. . standar itu masih bisa digunakan untuk mengetahui perbuatan baik atau buruk (dosa). Tapi kenapa orang tetap melakukan perbuatan dosa, padahal dia tahu bahwa perbuatan tersebut akan membuat hatinya menjadi resah/tidak tenang dalam menjalani kehidupan? Sebagian orang, ketika ia melakukan perbuatan dosa, hatinya menjadi resah dan ia pun meninggalkan perbuatan itu. Sebagiannya lagi, tetap melakukan akibatnya hatinya menjadi tidak tenang dan akhirnya kena stress /stroke. Lihat negara kita begitu banyak orang yang diakhir-akhir jabatannya kena stress/ stroke. Penyebabnya?, wallahu a’lam……
Yang lebih parah lagi, ada orang yang ketika melakukan perbuatan dosa, tidak merasakan kegelisahan. Akibatnya tetap jalan….., tanpa merasa bersalah. Apakah hadis rasul di atas tidak berlaku lagi?yang jelas, mata hatinya telah tumpul memahami kebaikan. Mata hatinya tidak mampu lagi mendeteksi antara yang hak dan yang bathil. Atau karena kebiasaanya dalam melakukan perbuatan dosa, yang pada akhirnya mematikan cahaya hatinya. Misalkan, ketika kita melakukan perbuatan bohong sekali, maka hati kita gelisah. Tetapi bila perbuatan itu dilakukan secara rutin, maka hati kita sudah kebal dan tidak merasa bersalah. Dan bila ini terjadi, cepat-cepatlah bertaubat. Jangan sampai Allah menjadikan kita bergelimang dan larut dalam kemaksiatan hingga akhir ajal menjemput.
Saudaraku….dunia ini hanya sementara. Segera lah meminta ampun dan bertobat . sesungguhnya Allah menyuikai orang-orang yang bertobat. Mulailah dengan cara menyesali perbuatan tersebut, meninggalkan perbuatan tersebut, tidak akan melakukan lagi dan melakukan amal soleh. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang yang beruntung di akhirat nanti. Amiin.

By
Vano

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: