THe NaTuRe

Internet, Komunikasi, dan Aspek Psikologis

Posted by Ivan on September 4, 2010



by
Ivan. M. Agung
Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi terus berkembang. Salah satu teknologi yang paling cepat perkembangannya adalah internet. Istilah internet merupakan singkatan dari Interconnection Networking. Setiap komputer dapat terhubung dengan komputer lain di seluruh dunia. Jaringan komputer ini berskala internasional yang dapat membuat masing-masing komputer saling berkomunikasi. Dengan demikian setiap orang dapat mengakses informasi dari segala penjuru dunia. Kemudahan yang diperoleh dari internet, membuat setiap orang tertarik menggunakannya.

Internet telah berubah menjadi magnet besar bagi manusia. Segala informasi yang dibutuhkan manusia ada di sana, mulai dari informasi pendidikan, ilmu pengetahuan, bisnis, dan sebagainya.

Munculnya internet dalam sartu dekade belakangan ini, begitu mengubah banyak hal. Salah satunya adalah bagaimana orang berinteraksi dengan orang lain. Internet telah mengubah bagaimana orang berhubungan dengan orang lain. Orang dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain yang jaraknya sangat jauh. Seakan-akan ruang dan waktu dalam internet terabaikan. Bayangkan saja ketika seseorang mengirim informasi, e-mail, dan yang lainnya hanya dalam hitungan detik. Dan orang pun dapat berinteraksi secara bersama-sama dalam di dunia maya.

Terjadinya interaksi antar manusia dalam dunia maya (cyber world) karena didukung oleh apliakasi-aplikasi yang tersedia. Dalam dunia maya terdapat berbagai macam aplikasi yang bisa digunakan sebagai sarana untuk berkomuniasi. Menurut hasil penelitian, orang lebih banyak menggunakan e-mail dalam berkomunikasi. Selain e-mail masih terdapat aplikasi lain seperti, chat room, jejaring sosial (facebook, twitter), instants message, newsgroup, telepon internet, serta web cam. semua aplikasi tersedia di internet, setiap orang bisa menggunakan sebagai sarana komunikasi personal. untuk memudahkan seseorang dalam berkomunikasi secara online, maka orang tersebut harus faham bagaimana cara mengoperasikan aplikasi-aplikasi yang tersedia di internet. seseorang yang diajak berkomunikasi melalui chat room, padahal ia tidak bisa mnggunakan aplikasi chat room tersebut, akibatnya komuniaksi pun tidak terjadi. Selain harus menguasai aplikasi-aplikasi software tersebut, seseorang juga harus juga menguasai bagaimana berkomunikasi yang efektif secara online. Untuk kasus seperti e-mail, chatting, atau newsgroup, perlu diperhatikan masalah cara penyampaian pesan dengan tulisan yang baik dan efektif karena komunikasi secara online berbeda dengan komunikasi secara face to face. Seseorang harus mampu menggunakan sedikit kata atau kalimat untuk menyampaikan pesan. Keterbatasan tersebut harus menuntut kita faham strategi untuk bagaimana suatu pesan itu bisa sampai secara jelas dan efektif. Perencanaan yang baik, fokus, menggunakan kata atau kalimat jelas membantu dalam berkomunikasi secara efektif.

Secara umum komunikasi dalam internet dibagi menjadi dua tipe, yaitu real-time communication chanel. Cirinya dari tipe ini adalah tingkat interaktif dalam berhubungan atau berkomunikasi tinggi dan prosesnya terjadi secara simultan. Contohnya, adalah instant message, text chat, dan telephone internet (audio atau video streaming). sedangkan yang kedua, adalah non-real-time communication chanel. Cirinya adalah tingkat interaktif dalam berhubungan rendah, interaksi berdasarkan pesan yang disampaikan dan tergantung dari si penerima, apakah ingin direspon atau tidak. Contohnya adalah e-mail, newsgroup, dan share space (ex. web keluarga).
Sebagai teknologi yang baru—internet telah menjadi magnet besar bagi penggunanya, orang akan ‘dimanjakan’ dengan segala kemudahan yang ada pada internet. Internet telah berubah menjadi ‘dunia kedua’ bagi manusia selain bumi. Lalu timbul pertanyaan:mengapa daya tarik internet sangat besar?apa motivasi orang dalam menggunakan internet?Menurut hasil penelitian, motivasi seseorang menggunakan internet adalah adanya keinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, ada keinginan untuk memperoleh informasi, untuk memperoleh hiburan, belanja dan untuk belajar. dari berbagai motivasi tersebut, bisa dilihat sejauh mana kebutuhan dan kerikatan seseorang dalam menggunakan internet. Seseorang yang menggunakan internet untuk bekerja tentu berbeda dengan orang yang menggunkan internet hanya untuk hiburan. perbedaan jenis kelamin pun mempengaruhi motivasi dalam menggunakan internet, Wanita lebih cenderung menggunkan internet untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sedangkan pria lebih cenderung untuk mengerjakan tugas dan mencari informasi. Selain perbedaan motivasi, ada hal dua aspek lain yang dapat dipengaruhi internet, yaitu kognitif dan afektif. Beberapa perbedaan antara wanita dengan pria dalam aspek kognitif dan afektif dalam penggunaan internet, yaitu wanita lebih cemas, depresi, kurangnya sikap terhadap pentingnya teknologi komputer, dan kurang self-efficacy dibandingkan pria. Sedangkan pria lebih merasa kesepian dibandingkan wanita. Ha ini bisa terjadi karena wanita cenderung memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain lebih baik dibandingkan pria.

Salah satu perubahan yang ditimbulkan dengan adanya internet adalah cara orang berkomunikasi dengan orang lain. Sebelum kehadiran internet, kebanyakan untuk berkomunikasi jarak jauh menggunakan handphone, atau telepon. Namun, dengan adanya teknologi internet, orang lebih banyak menggunakannya untuk sarana berkomunikasi dengan orang lain. Berkomunikasi di internet memiliki banyak kelebihan, diantaranya jangkauan yang luas, murah, dan efektif. Selain itu internet memberikan peluang sebesar-besarnya dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Seseorang bisa saja melakukan inteteraksi dengan orang yang belum dikenal. Bahkan seseorang yang tidak mau menyebut identitas aslinya (anonim) tetap bisa melakukan interaksi dengan orang lain. Interaksi di dalam dunia maya tidak berdasarkan kepada bentuk fisik, apakah ia cantik, cakep atau menarik. Pola hubungan di dunia maya berdasarkan pada kesamaan nilai, minat, kepentingan dan ketertarikan (non fisik). Sekarang ini banyak muncul komunitas-komunitas tertentu di internet. Munculnya hal tersebut, mengubah cara orang untuk berinteraksi dengan orang lain. Seseorang akan bisa berinteraksi dengan banyak orang, dengan latar belakang budaya berbeda dalam satu forum. Misalkan saja, seseorang yang mempunyai minat terhadap hewan reptil dapat bergabung dalam komunitas-komuniatas yang satu minat–yang tersedia di dunia maya. Begitu mudahnya seseorang dalam beinteraksi dalam dunia maya. Jadi, yang terpenting adalah adanya keinginan untuk menjalin hubungan denagn orang lain, sehingga interaksi pun tercipta.
Menurut Emil Durkheim, segala sesuatu yang diciptakan manusia termasuk teknologi biasanya mempunyai efek ganda—antara positif dan negatif. Ibaratnya seperti pisau. Bisa digunakan untuk hal yang positif dan juga untuk hal yang negatif, tergantung penggunanya. Demikian pula dengan teknologi internet. Selain mempunyai efek positif bagi manusia, seperti kemudahan informasi, sebagai sarana komunikasi, internet juga dapat menimbulkan efek negatif. Menurut beberapa hasil penelitian, efek negatif yang ditimbulkan internet adalah depresi, kesepian, kecanduan internet, penyimpangan seksual, isolasi sosial dan rendahnya kualitas hubungan dengan teman, dan keluarga. Sedangkan menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Kraut, dkk (2001), ia mengatakan bahwa pada peroide pertama atau awal, banyak efek negatif yang muncul pada pengguna internet. Namun seiring waktu efek negatif (kesepian dan depresif cenderung berkurang. Hal ini membuktikan adanya proses belajar pada pengguna internet. Pada awal-awal menggunakan internet, seseorang bisa saja belum familiar, bingung, belum mendapat teman serta belum merasa enjoy. Hal seperti inilah yang dapat menimbulkan efek negatif pada pengguna internet. Ketika seseorang sudah mengenal seluk beluk internet secara baik, mulai tahu bagaimana caranya berinteraksi dengan orang lain, mencarai informasi yang dinginkan, atau bergabung dengan komunitas tertentu, maka akan dapat meeleminasi efek-efek negatif. Bahkan akan memperoleh dampak positif, misalkan dukungan sosial, hubungan antar keluarga dan teman lebih sering, meningkatkan kualitas hubungan, aktivitas sosial. Sedangkan dampak positif psikologisnya adalah menurunnya tingkat kesepian, depresi dan self-esteem meningkat. Selain itu, keuntungan yang diperoleh adalah meningkatnya kemampuan atau skill dalam menggunakan komputer untuk internet.

Berdasarkan dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa internet telah banyak merubah kehidupan manusia, mulai dari cara berinteraksi, berkomuniksi, dan berperilaku. Dalam hal interaksi dan kumunikasi, internet menajadi salah satu sarana yang paling banyak digunakan. Salah satu apliksi yang paling banyak digunakan di internet adalah e-mail, chatting, newsgroup dan instant message. Sekarang ini lagi trend adalah jejaring sosial (face book, twitter). Selain untuk berkomunikasi, ada beberapa motivasi orang untuk menggunakan internet, yaitu memperoleh informasi, sebagai sarana hiburan, untuk bermain game, berbelanja dan untuk belajar. Segala kemudahan yang disediakan dalam internet membuat meningkatnya penggunaaan internet dari tahun ke tahun. Hal ini menimbulkan efek yang berbeda-beda pada setiap pengguna internet. Beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa internet memiliki efek negatif, yaitu terjadi isolasi sosial, menurunnya kualitas hubungan dengan keluarga dan teman, stress, kecanduan, kesepian dan depresi. Namun hasil berbeda ditunjukkan oleh hasil penelitian lain, yang menyatakan bahwa internet memberikan efek positif, yaitu membantu meningkatkan hubungan dengan keluarga dan teman, self-esteem, aktivitas sosial, dan mengurangi kesepaian. perbedaan hasil tersebut mengindikasikan bahwa efek yang yang ditimbulkan internet tergantung dari penggunaannya. Apakah ia mau menggunakan untuk hal-hal yang positif untuk hal yang negatif. Selain itu kemampuan seseorang untuk mengontrol diri, baik secara kognitif, afektif dan perilaku dalam menggunakan internet dapat mengurangi efek-efek negatif dari internet.

Referensi

Robert Kraut, Sara Kiesler, Bonka Boneva, (2001). Internet Paradox Revisited. Version 14.0 Revised for a special issue of Journal of Social Issue. http://www.webuse.umd.edu/webshop/

Linda A Jackson; Kelly S Ervin; Philip D Gardner; Neal Schmitt. (2001). Gender and The Internet: Women Comunicating and Searching. Sex Roles; 44, 5/6; Academic Research Library pg. 363

Christian Dreke. (1999). Introduction to Personal Communication on the Internet. Intel Technology Journal Q3, 1999, pg 1-9.

Katelyn, Y.A. McKenna and John A. Bargh.( 2001). Plan 9 from Cyberspace:The Implication of the Internet for personality and Social Psychology. Personality and Social Psychology Review. Vol. 4, No.1. 57-75.

Dorothy Michalczyk. (2002). Impact your practice: Communicate effectively online. American Dietetic Association. Journal of the American Dietetic Association; Jun 2002; 102, 6; Academic Research Library pg. 778

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: